Pada matchday pertama fase grup Piala Dunia, Argentina dan Aljazair akan saling berhadapan di Kansas City. Dari sisi positioning pasar, Argentina jelas menjadi pihak yang lebih diunggulkan—juara bertahan, Piala Dunia terakhir Lionel Messi, dan lini serang mewah—semua label itu membuat Argentina menjadi salah satu favorit juara di turnamen ini. Namun justru panasnya ekspektasi yang dianggap “sudah semestinya” itu memberi ruang yang cukup besar bagi Aljazair dalam hal handicap.
Argentina mencatat 8 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 1 kekalahan dalam 10 pertandingan terakhir. Sekilas terlihat nyaris sempurna, tetapi tingkat win against handicap mereka hanya 40%. Dengan kata lain, Argentina memang sering menang, tetapi jarang menang dengan meyakinkan—kemampuan menutup handicap mereka jauh di bawah ekspektasi pasar. Saat menghadapi lawan seperti Islandia, Honduras, dan Mauritania, Argentina kerap hanya menang 2-0 atau menang tetapi gagal menutup handicap, dan sangat jarang menang besar. Ini bukan kebetulan; tim asuhan Scaloni jelas bermain lebih hati-hati dalam laga uji coba jelang Piala Dunia, dengan fokus taktik pada pengendalian tempo, bukan mengejar selisih gol. Absennya Tagliafico juga menyisakan celah di sisi kiri pertahanan, dan menghadapi tekanan dari sisi sayap Aljazair, Argentina belum tentu bisa menguasai jalannya pertandingan semudah saat melawan tim-tim lemah.
Aljazair adalah salah satu tim Afrika yang paling diremehkan di Piala Dunia kali ini. Dalam 10 laga terakhir mereka meraih 6 kemenangan, 3 imbang, dan 1 kalah, hanya tumbang dari Nigeria, sementara lawan-lawan yang mereka hadapi termasuk Belanda (1-0), Bolivia (4-0), dan Uruguay (0-0), yang menunjukkan kualitas lawan yang tidak bisa dianggap enteng. Pertahanan Aljazair sangat solid—dalam 10 laga terakhir hanya kebobolan 4 gol, dan 6 di antaranya berakhir dengan clean sheet. Meski bek tengah Ben Sabaini absen, sistem pertahanan Aljazair bertumpu pada kolektivitas, bukan individu, sehingga struktur lini belakang sekelas juara Piala Afrika tidak akan mudah runtuh.
Dari sisi handicap, bandar awal memasang campuran satu gol/satu setengah gol dan satu setengah gol, tetapi pada penutupan pasar semuanya turun kembali menjadi satu gol/satu setengah gol. Odds Argentina naik dari kisaran 0,91-1,01 menjadi level tinggi 0,95-1,05, sementara odds Aljazair turun ke level rendah 0,86-0,92. Penurunan handicap disertai tingginya odds tuan rumah menunjukkan bahwa kepercayaan bandar terhadap kemenangan besar Argentina mulai melemah. Dalam dua pertemuan terakhir menghadapi handicap satu gol/satu setengah gol, Aljazair selalu menang handicap, dan kemampuan mereka untuk menahan tekanan sudah terbukti.
Argentina memang sangat mungkin menang, tetapi menghadapi pertahanan Aljazair yang disiplin, menang dengan selisih dua gol jelas bukan perkara mudah. Aljazair layak diunggulkan untuk bertahan di jalur handicap, maksimal kalah satu gol, dengan skor yang cenderung mengarah ke 1-0 atau 2-1.