Laga putaran pertama fase grup Piala Dunia ini, pergerakan handicap memberi sinyal yang tidak bisa diabaikan, dan penampilan Mesir layak untuk diperhatikan.
Mari kita bedah dulu pergerakan handicap. Pada tahap awal, banyak bandar membuka Belgia memberi setengah hingga satu gol, dengan water level tim tuan rumah berada di kisaran rendah 0,78 hingga 0,87, sementara water level tim tamu di level tinggi 0,95 hingga 1,05. Namun menjelang pertandingan, handicap menunjukkan perbedaan yang jelas. Sebagian bandar menaikkan handicap dari setengah hingga satu gol menjadi satu gol penuh, sementara water level tim tuan rumah justru melonjak dari 0,78-0,84 pada pembukaan menjadi sangat tinggi 1,05-1,10. Saat handicap dinaikkan, water level tim tuan rumah bukan malah turun, melainkan naik tajam. Operasi seperti ini jelas bukan bentuk meningkatnya kepercayaan bandar terhadap kemenangan besar Belgia; justru sebaliknya, ini adalah cara menggunakan handicap dalam dan water level tinggi untuk menarik dana mengalir ke sisi atas, dengan tujuan sebenarnya adalah meredakan tekanan pada sisi bawah. Sebagian bandar lainnya tetap bertahan di handicap setengah hingga satu gol, dengan water level tim tuan rumah kembali ditekan dari 0,80-0,87 pada awal menjadi 0,77-0,82, tetapi water level tim tamu juga dinaikkan dari 1,03-1,05 menjadi 1,07-1,13. Dua arah operasi ini tampak bertentangan, tetapi sebenarnya mengarah pada satu kesimpulan yang sama: bandar meragukan kemampuan Belgia untuk menembus handicap.
Dari sisi fundamental, juga ada petunjuk yang mendukung Mesir. Dalam 10 laga terakhir, Belgia mencatat 7 menang dan 3 imbang tanpa kekalahan, dengan produktivitas lini serang rata-rata 3,7 gol per laga, daya gedor yang memang menakutkan. Namun jika melihat lawannya, Liechtenstein, Kazakhstan, dan tim lain sejenis, kualitas lawan relatif lemah sehingga nilai dari statistik tersebut perlu dikurangi. Yang lebih penting, bek andalan tim, Zeno Debast, absen karena cedera hamstring, sehingga ada celah di lini belakang. Pada laga pembuka fase utama Piala Dunia, menghadapi Mesir yang berpengalaman, Belgia tidak akan mudah menembus handicap dalam.
Mesir dalam 10 laga terakhir memang hanya meraih 4 menang, 4 imbang, dan 2 kalah, tetapi tingkat tak terkalahkan mereka mencapai 80 persen. Saat menghadapi tim-tim top seperti Spanyol dan Brasil, mereka juga mampu memaksa lawan berbagi angka, menunjukkan ketangguhan dan kemampuan organisasi pertahanan yang cukup baik. Laga sebelumnya melawan Brasil mereka kalah tipis 1-2, sementara saat menghadapi Spanyol mereka bahkan menahan imbang 0-0.
Jika digabungkan, sinyal manipulasi berupa kenaikan handicap dan water level, serta penampilan gigih Mesir saat menghadapi tim kuat, maka Belgia tampaknya akan kesulitan menembus handicap satu gol. Prediksi skor adalah Belgia 1-0 atau 1-1 Mesir, dan arah Mesir untuk menjaga handicap layak diikuti.