Pada fase opening line, banyak bandar membuka garis tinggi 3 gol bahkan 3,5 gol, dengan harga over umumnya berada di area rendah hingga menengah. Namun saat memasuki jendela jelang laga, handicap mengalami penyusutan yang sangat tajam. Sebagian bandar langsung turun dari 3,5 gol ke 2,5 gol, dan harga juga berbalik dari over low water menjadi under low water. Perusahaan lain turun dari 3/3,5 gol ke 3 gol, sementara harga over melambung tinggi. Ada juga yang menurunkan garis dari 3 gol ke 2,5/3 gol, dengan harga under terus menurun. Operasi penurunan line yang besar dan luas seperti ini menunjukkan bahwa ekspektasi bandar terhadap laga dengan banyak gol sedang cepat mendingin, dan penilaian pasar telah mengalami pergeseran mendasar.
Dari sisi fundamental, tim tuan rumah di ajang Piala Toulon kali ini menelan dua kekalahan dari dua laga, hanya mencetak 1 gol, sehingga efisiensi lini serang sangat buruk. Tim tamu memang lebih unggul dari segi kekuatan, tetapi pada laga sebelumnya hanya bermain imbang 0-0 melawan Pantai Gading U23, dan lini serangnya juga mengalami kebuntuan. Memasuki fase akhir fase grup turnamen, cadangan fisik kedua tim terbatas, sehingga duel fisik di lapangan kemungkinan lebih dominan daripada adu serangan yang menarik. Penurunan handicap yang jauh di atas normal membuat arah under layak diprioritaskan.