Laga uji coba internasional ini, perubahan pada pasar total gol layak untuk diperhatikan.
Pada tahap awal, banyak bandar membuka line 3 gol, dengan water level untuk over berkisar di antara 0.80 hingga 0.93. Memasuki jelang laga, line mengalami penurunan kolektif, sebagian besar bandar menurunkan dari 3 gol ke 2.5/3 gol, tetapi water level over justru ditekan ke level rendah 0.75 hingga 0.83. Turun line tanpa menaikkan water level, bahkan turun line sambil menurunkan water level, menunjukkan bahwa bandar bukan sedang meremehkan over, melainkan secara aktif menurunkan ambang untuk arah over sambil mengendalikan risiko pembayaran.
Dari sisi performa, Brasil mencetak rata-rata 2.4 gol per laga dalam 10 pertandingan terakhir, dan pada laga sebelumnya menang besar 6-2 atas Panama, sehingga performa lini serang sedang sangat panas. Namun, Neymar absen karena cedera dan Fabinho terkena skorsing, sehingga koneksi antara lini tengah dan depan serta perlindungan di lini belakang akan terdampak, sementara pertahanan mereka juga bukan tanpa celah. Mesir memiliki tingkat tak terkalahkan mencapai 90 persen dalam 10 laga terakhir, dan bahkan mampu menahan imbang Spanyol 0-0, menandakan mereka punya kemampuan bertahan di bawah tekanan dan menyerang balik. Dalam dua pertemuan sebelumnya, kedua tim sama-sama menghasilkan over, dengan skor 2-0 dan 4-3. Jika digabungkan dengan kebijakan penurunan line ke low water serta karakter serang-balik kedua tim, performa ofensif dari kedua kubu patut dinantikan.