Pada fase awal, banyak institusi utama Eropa seragam membuka di line 3 gol, dengan water over berada di kisaran tengah-rendah 0,78 hingga 0,85, dan sudah terlihat adanya niat untuk mengantisipasi. Memasuki jendela jelang laga, handicap tidak hanya tidak melonggar, tetapi justru semakin condong ke arah over. Sebagian institusi menaikkan line dari 3 gol ke 3/3,5 gol, sementara water over tetap stabil. Perusahaan lain yang bertahan di line 3 gol terus menekan water over ke sekitar 0,80. Yang lebih patut diperhatikan, sebagian institusi yang membuka line 2,5 gol justru menurunkan water over ke posisi super rendah 0,50, ini merupakan operasi tipikal menurunkan line untuk mengendalikan risiko pembayaran, yang menunjukkan institusi memiliki kewaspadaan sangat tinggi terhadap kemungkinan terciptanya setidaknya 3 gol dalam pertandingan.
Dari sisi fundamental, Inggris mencatat rata-rata 2,2 gol per laga dalam 10 pertandingan terakhir, dengan daya serang yang konsisten. Menghadapi Selandia Baru yang kualitasnya lebih lemah, para pemain lini depan memiliki ruang yang cukup untuk tampil leluasa. Selandia Baru dalam 10 laga terakhir rata-rata kebobolan 1,9 gol, celah di lini belakang terlihat jelas, dan pada laga sebelumnya mereka baru saja dibobol Haiti 4-0. Kesenjangan kualitas kedua tim sangat besar, dan Inggris membutuhkan kemenangan besar untuk mengangkat moral menjelang Piala Dunia, sehingga tidak akan terlalu cepat mengendur. Dengan dukungan water rendah pada handicap, arah over layak untuk diikuti.