Laga kelima fase grup Copa Libertadores, Boca Juniors menjamu Cruzeiro di kandang. Stadion La Bombonera adalah salah satu markas tandang paling menakutkan di Amerika Selatan, tetapi malam ini benteng itu bisa saja mulai retak.
Tuan rumah: aura tak terkalahkan di kandang mulai memudar
Mari lihat dulu tim tuan rumah, Boca Juniors. Dari 4 laga fase grup, mereka meraih 2 kemenangan dan 2 kekalahan, mengoleksi 6 poin, dan berada di peringkat ketiga. Situasi untuk lolos tidak terlalu menjanjikan. Meski musim ini Boca tak terkalahkan di semua ajang di kandang (3 menang, 5 imbang, 0 kalah), perlu dicatat: dari 8 laga kandang, mereka hanya menang 3 kali dan imbang sampai 5 kali. Dengan kata lain, Boca sangat sulit “membunuh” pertandingan di kandang. Dalam 6 laga kandang terakhir, Boca hanya meraih 2 menang dan 4 imbang, tingkat kemenangan taruhan hanya 33,3%, dan semuanya berakhir dengan skor kecil—0-0, 1-1, 1-0, 2-0, 1-1, 1-1. La Bombonera tak lagi menjadi stadion angker yang membuat tim tamu gemetar, melainkan lebih mirip meja perundingan damai tempat kedua tim saling balas dan sama-sama puas dengan satu poin.
Yang lebih fatal, Boca menghadapi krisis pemain yang serius untuk laga ini. Cavani, Marchesin, Andres, dan Ascacíbar, empat pemain inti absolut, dipastikan absen. Cavani adalah tumpuan sekaligus penyelesai serangan di lini depan, Marchesin merupakan kiper utama, sedangkan Ascacíbar adalah penghalang di lini tengah. Hilangnya satu pemain dari tiap lini, terutama absennya kiper utama, berdampak sangat besar dan menghancurkan stabilitas pertahanan.
Tim tamu: skuad lengkap, tak gentar di laga tandang
Cruzeiro di fase grup telah mengumpulkan 7 poin dari 4 laga, dengan catatan 2 menang, 1 imbang, dan 1 kalah, berada di posisi kedua dan memegang kendali dalam perebutan tiket lolos. Meski catatan Cruzeiro di laga tandang Serie A Brasil biasa saja (8 laga, 2 menang, 2 imbang, 4 kalah), perlu dicatat bahwa di Copa Libertadores mereka belum kalah dalam dua laga tandang, dengan 1 menang dan 1 imbang, termasuk menang 1-0 atas Barcelona SC dan menahan imbang Universidad Católica dari Chile 0-0. Kemampuan bertahan di laga tandang tidak bisa diremehkan.
Dari sisi skuad, Cruzeiro memang kehilangan lima pemain seperti Cássio, Férta, Henrique, Arroyo, dan Pratto, tetapi sebagian besar berada di bangku cadangan atau dalam kelompok rotasi. Kerangka utama tim relatif utuh. Jika dibandingkan, absennya pemain Boca jauh lebih mematikan.
Rekor pertemuan dan pasar taruhan
Dalam 7 pertemuan terakhir, Boca mencatat 4 menang, 1 imbang, dan 2 kalah, sekilas tampak unggul. Namun dua pertemuan terakhir melawan Cruzeiro menghasilkan 1 kemenangan dan 1 kekalahan untuk Cruzeiro (kalah tipis 0-1 di kandang lawan, lalu menang 1-0 di kandang sendiri), sehingga jaraknya makin mengecil. Yang lebih penting, Cruzeiro dalam dua lawatan terakhir ke La Bombonera mencatat 1 menang dan 1 kalah, jadi mereka bukan tanpa rekor mencuri poin di sana.
Dari sisi handicap, banyak bandar pada awalnya memberi Boca Juniors handicap setengah gol, dengan water level tuan rumah naik dari kisaran 0,92-0,95 ke level tinggi 0,95-0,99, sementara water level tim tamu turun dari 0,82-0,87 ke level rendah 0,82-0,90. Beberapa perusahaan seperti 365 bahkan menaikkan lini awal dari seri/setengah gol langsung ke setengah gol, tetapi water level tuan rumah tetap tinggi. Bagi tim yang tak terkalahkan di kandang dan punya nama lebih besar, handicap setengah gol dengan water level tinggi bukanlah sinyal dukungan yang kuat.
Kesimpulan
Boca terlalu sering imbang di kandang dan kurang tajam untuk menang, ditambah empat pilar inti absen sehingga lini serang dan pertahanan sama-sama terpukul. Cruzeiro bertahan solid di laga tandang, skuadnya relatif utuh, dan situasi lolos dari grup lebih baik sehingga mental mereka juga lebih rileks. Kutukan La Bombonera sedang memudar, sementara Cruzeiro punya kemampuan untuk membawa pulang poin pada malam ini.