Banyak lembaga membuka pasaran awal di 3,5 gol, dengan harga over berada di kisaran rendah 0,79 hingga 0,94. Memasuki jendela jelang laga, sebagian lembaga menaikkan dari 3,5 gol ke 3,5/4 gol bahkan 4 gol, sementara harga over tetap kokoh di level rendah. Salah satu lembaga menaikkan dari 3,5 gol ke 4 gol, dengan harga over naik dari 0,80 menjadi 1,20; meski terjadi kenaikan harga, kenaikan line justru lebih mencolok. Yang lebih penting, ada pula lembaga yang tetap bertahan di line 2,5 gol, dengan harga over ditekan hingga posisi sangat rendah 0,28. Operasi seperti line tipis dengan harga super rendah ini sangat jarang terjadi dan merupakan cara pengendalian risiko yang sangat kuat, menunjukkan lembaga memiliki kewaspadaan tinggi terhadap kemungkinan terciptanya setidaknya 3 gol dalam laga. Perubahan struktur pasaran dari awal hingga saat ini jelas mengarah ke opsi over.
Dari sisi fundamental, tuan rumah Kongsvinger musim ini mencetak 31 gol dalam 13 putaran liga, dengan rata-rata 2,38 gol per pertandingan; daya serang mereka termasuk yang terbaik di Divisi 1 Norwegia. Di kandang, mereka mencetak 18 gol dalam 6 laga, dan setiap pertandingan selalu menghasilkan minimal 2 gol. Tim tamu Sogndal memiliki tingkat over mencapai 80 persen dalam 10 laga terakhir, dan dari 13 pertandingan liga, ada 9 laga yang total golnya mencapai atau melewati 3 gol. Gaya bermain mereka sangat terbuka, sementara lini pertahanan kebobolan rata-rata hingga 2,38 gol per laga. Dalam 10 pertemuan terakhir kedua tim, ada 6 laga yang total golnya menembus 2,5 gol, termasuk skor besar seperti 4-2 dan 3-3. Menggabungkan line dalam yang rendah dan karakter serang-balas terbuka dari kedua tim, opsi over layak untuk diikuti.