Laga terakhir fase grup Piala Dunia ini memperlihatkan perubahan pada handicap yang memberikan sinyal sangat kuat.
Mari bedah dulu pergerakan盘口. Pada tahap opening, banyak bandar membuka Pantai Gading dengan handicap setengah hingga satu gol, dengan water level tim tamu berada di kisaran 0,79 hingga 1,05, menandakan perbedaan pandangan pasar yang cukup jelas. Namun menjelang pertandingan, handicap mengalami kenaikan kolektif yang mengejutkan, hampir semua bandar langsung menaikkan dari setengah hingga satu gol ke dua gol/dua gol setengah. Lonjakan dua tingkat handicap ini terbilang sangat jarang di fase grup Piala Dunia. Setelah naik handicap, water level tim tamu tidak justru melonjak, malah tetap ditekan di kisaran 0,82 hingga 1,06, bahkan ada sebagian bandar yang menurunkannya dari 0,93 pada opening menjadi 0,83. Ada bandar yang menaikkan dari setengah hingga satu gol ke dua gol, dengan water level tim tamu berubah dari 0,90 menjadi 1,00. Ada juga yang naik dari dua gol ke dua gol/dua gol setengah, dengan water level tim tamu turun dari 0,86 menjadi 0,83. Handicap naik tanpa menaikkan water level, bahkan ada yang menurunkannya; langkah seperti ini jelas bukan untuk memancing, melainkan bandar aktif menekan risiko pembayaran pada arah kemenangan besar Pantai Gading. Ekspektasi pasar terhadap Pantai Gading untuk menembus handicap dalam yang tinggi terus meningkat.
Dari sisi kualitas tim, keunggulan Pantai Gading bisa dibilang sangat dominan. Mereka menang 1-0 atas Ekuador pada laga pertama, lalu hanya kalah 1-2 dari Jerman di laga kedua, menunjukkan kemampuan untuk bersaing dengan tim-tim top. Dalam 10 laga terakhir, mereka mencatat 7 menang, 1 imbang, dan 2 kalah, dengan rasio kemenangan 70 persen. Lini serang mereka rata-rata mencetak 2 gol per laga, dan para pemain inti seperti Kessié serta Diallo sedang dalam performa bagus. Sementara itu, Curaçao kalah telak 1-7 dari Jerman pada laga pembuka. Meski pada laga kedua mereka menahan imbang Ekuador 0-0 dan meraih poin pertama dalam sejarah Piala Dunia mereka, sepanjang pertandingan mereka terus berada di bawah tekanan, dan kiper Eloy Room harus tampil sempurna untuk menjaga gawang tetap nirbobol. Dalam 10 laga terakhir, Curaçao hanya mencatat 3 menang, 3 imbang, dan 4 kalah; ketika menghadapi tim kuat, lini pertahanan mereka tampak sangat rapuh.
Yang lebih penting adalah soal motivasi. Pantai Gading saat ini mengoleksi 3 poin dan berada di posisi kedua grup, sehingga pada laga terakhir mereka wajib menang besar atas Curaçao demi memastikan tiket lolos. Motivasi mereka tidak perlu diragukan. Curaçao sudah mengamankan poin bersejarah, target tim pada dasarnya telah tercapai, sehingga mental mereka di laga terakhir relatif lebih santai. Bek tengah Pantai Gading, Singo, memang absen karena cedera, tetapi menghadapi lini serang Curaçao yang tumpul, tekanan pada pertahanan mereka tidak terlalu besar. Handicap yang terus naik dua tingkat disertai water level yang stabil membuat arah kemenangan besar Pantai Gading layak untuk diikuti.