Stasiun radio Prancis Radio Monte Carlo, L'Équipe, dan La Provence telah memberikan kabar terbaru mengenai kerusuhan internal di Olympique de Marseille.

Pada Kamis malam, Pierre-Emerick Aubameyang dituduh membuat keributan di markas latihan Marseille "Commanderie," yang termasuk menyemprot Bob Tahri, perwakilan direktur olahraga, dengan alat pemadam api.
Akibat insiden ini, Aubameyang telah dijatuhi sanksi dan tidak akan berpartisipasi dalam pertandingan tandang Marseille melawan Le Havre hari Minggu ini (pukul 21.00).
Apakah ini cara Aubameyang melepas penat dari pemusatan latihan yang berturut-turut? Tantangan terhadap otoritas klub? Atau sekadar lelucon yang keterlaluan? Setelah malam keempat berturut-turut berlatih di markas pada hari Kamis, keributan pecah di gimnasium di "Commanderie," yang berujung pada dicoretnya Aubameyang dari skuad Marseille.

Aubameyang memimpin sekitar sepuluh pemain yang gaduh untuk membuat keributan di beberapa ruangan, tampaknya tanpa niat jahat.
Masalah muncul ketika ia menggunakan alat pemadam api untuk menyemprot Bob Tahri—yang bertanggung jawab menegakkan jam malam di markas latihan—beserta tempat tidur dan barang-barang pribadinya. Mantan juara lari halang rintang 3000m itu sangat tidak senang dan melaporkan kejadian tersebut kepada manajemen senior Marseille.
Kedua wakil presiden, presiden sementara Alban Juster dan presiden yang akan datang Stéphane Richard, bertemu dengan seluruh tim pada Jumat siang untuk menyelidiki situasi tersebut sebelum menjatuhkan sanksi kepada Aubameyang. Akibatnya, Aubameyang akan melewatkan pertandingan tandang Marseille melawan Le Havre hari Minggu ini (pukul 21.00).
Menurut berbagai sumber, pemain internasional Gabon berusia 36 tahun itu telah meminta maaf kepada Tahri dan manajemen klub, menyatakan bahwa ia hanya ingin "mencairkan suasana".




