none

Tuchel Menanggapi Kontroversi Skuad Piala Dunia: Saya Ingin Membangun Tim Terbaik, Bukan Individu Paling Bertalenta

Vincenzo Golazzo
icon_like_uncheck17

Ingin tahu bagaimana Camel Live akan menyiarkan Piala Dunia? Simpan halaman khusus Piala Dunia kami dan bergabunglah untuk menikmati semua momen seru turnamen pada bulan Juni ini.

Ingin menonton live streaming Piala Dunia gratis dan mendapatkan pilihan prediksi gratis? 🎯⚽Ketuk untuk bergabung dengan kanal Telegram kami 📲

Tim nasional Inggris telah mengumumkan skuad Piala Dunia mereka, dan pelatih kepala Thomas Tuchel memberikan wawancara.

Merasakan Emosi Saat Telepon Berlangsung

Tuchel: "Telepon-telepon itu sangat sulit karena saya menghormati semua pemain ini, baik sebagai pesepak bola maupun sebagai individu. Semua pemain dalam daftar sementara berisi 55 nama layak dipanggil, dan memang sangat menyakitkan serta berat untuk memangkas jumlah itu menjadi 26.

"Saya merasakan emosi dalam setiap panggilan itu. Saya menelepon setiap pemain yang pernah bersama kami untuk menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan saya. Banyak dari mereka memang pantas dipilih, tetapi kami meninjau kembali performa mereka pada September dan Oktober, dan situasinya tidak banyak berubah pada November. Kami punya pemain muda yang penuh hasrat dan semangat, dan perpaduan antara pemain muda dan berpengalaman akan mengeluarkan yang terbaik dari mereka.

“Itulah sebabnya kami sangat mengandalkan kelompok ini selama tiga pemusatan latihan itu. Ini juga soal posisi—Anda tidak bisa memilih lima gelandang serang lalu memaksa mereka bermain di peran yang tidak familiar. Siapa yang diuntungkan dari itu?”

Keputusan yang Tepat

Tuchel: "Itu tidak mudah, tetapi saya percaya itu keputusan yang tepat.

"Itu adalah hasil dari mempertimbangkan banyak faktor. Apa yang telah mereka lakukan untuk kami? Bisakah seorang pemain tertentu membawa kualitas yang berbeda? Kontribusi mereka untuk kami memiliki bobot yang besar, lalu kami juga mengamati dan mengevaluasi lebih lanjut. Apa yang Anda lakukan untuk klub Anda akan selalu menjadi pertimbangan penting, tetapi performa mereka di pemusatan latihan juga sangat krusial.

“Setelah pertandingan melawan Serbia, para pemain tidak mengetahuinya, tetapi kami melihat lima atau enam dari mereka tetap tinggal untuk berlatih lari di lapangan yang kualitasnya buruk dengan pencahayaan redup. Mereka tidak mengeluh, tidak meributkan apa pun, dan tidak membentuk kelompok-kelompok kecil. Dan mereka tidak tahu kami sedang mengamati.”

Setiap Panggilan Semakin Menguatkan Keyakinan Saya

Tuchel: “Ada beberapa panggilan dan umpan balik yang luar biasa. Anda bisa merasakan emosi dan arti dari panggilan itu, bahkan bagi para pemain yang pernah tampil di turnamen besar. Sangat meyakinkan melihat reaksi seperti itu. Setiap panggilan membuat saya semakin yakin bahwa kami telah membuat pilihan yang tepat.”

Yang Penting adalah Tim Terbaik, Bukan Para Pemain Paling Bertalenta

Tuchel: “Semoga ini adalah tim terbaik. Sejak awal, kami sudah mengatakan bahwa kami ingin membangun tim terbaik, bukan harus individu-individu yang paling bertalenta. Tim adalah fokus utama, dan itulah prinsip yang menjadi dasar dalam memilih skuad ini. Jika kami ingin mencapai tujuan kami, inilah cara berpikir di balik semuanya.”

Taktik

Tuchel: "Taktik tidak akan pernah diabaikan, seperti yang bisa Anda lihat dari pemilihan skuad—kami memilih tiga penjaga gawang, sembilan bek, dan tujuh gelandang untuk tiga posisi di lini tengah, jadi idenya adalah tetap menggunakan formasi yang sudah ada. Strategi bertahan kami harus fleksibel, karena lawan akan memakai berbagai formasi. Kami bisa menerapkan pressing tinggi, tergantung pada lawan.

“Apakah kami akan mengubah struktur taktik? Saya rasa kami akan berusaha tetap pada apa yang telah membuat kami kuat. Kami punya pemain-pemain kunci yang bisa memberi dampak di posisi-posisi penting. Tujuannya adalah menemukan kembali identitas kami di Florida, lalu melanjutkan persiapan di Kansas—tidak akan ada terlalu banyak penyesuaian taktik.”

Peluang Inggris Menjadi Juara

Tuchel: “Sejujurnya, Anda boleh bermimpi. Saya bisa meluangkan sedikit waktu setiap hari untuk memimpikannya, lalu segera kembali ke kenyataan dan membagi tujuan kami menjadi target-target bertahap. Sejak pemusatan latihan pertama, kami sudah jelas—kami akan berusaha memenangkan gelar juara. Jika energi dan komitmen itu ada, jika ada rasa persaudaraan, para fans akan melihatnya. Di saat yang sama, kami sadar betul bahwa kami harus bermain dengan semangat. Tujuannya jelas, tetapi memecahnya menjadi langkah-langkah penting—fase pertama adalah pemusatan latihan, lalu fase grup.”